Tidak Tepat Jika Dinyatakan Guru Dilarang Menjatuhkan Sanksi Kepada Siswanya

loading...
PROFESI GURU hingga DETIK ini boleh dibilang belum terlepas dari intimidasi baik secara verbal maupun fisik dari banyak pihak. Adanya kekerasan yang dilakukan oleh oknum orang tua bahkan muridnya sendiri menjadi potret problematika pendidikan yang masih saja sering ditemukan terutama di daerah pelosok.
Baca juga : Peranan Pendidikan Keluarga dan Lembaga Sekolah Terkait Penggunaan Gadget
Hal yang paling sering menjadi pemicu terjadinya kriminalisasi terhadap guru bermula dari siswa atau murid yang tidak mau menerima sanksi hukuman dari sang guru. Lalu, bagaimana sebenarnya aturan guru memberi sanksi hukuman yang tepat kepada peserta didik?

Kabid Pemenuhan Hak Anak Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPA Indonesia) Reza Indragiri Amriel mengatakan, sanksi yang diberikan guru terhadap siswa, bahkan yang bersifat fisik sekalipun, tidak serta-merta dianggap sebagai kekerasan.

Sanksi terhadap siswa bahkan memiliki basis konstitusional. "Silakan baca UU 14/2005 Tentang Guru dan Dosen serta Peraturan Pemerintah 74/2008 Tentang Guru," ujar Reza, Minggu (15/8).

Dikatakan Reza, tidak tepat jika dinyatakan bahwa guru dilarang menjatuhkan sanksi. Tentu saja ada kriteria-kriteria untuk menentukan jenis bagi siswa. "UU ‎dan PP yang sama juga memberikan basis legal tentang keharusan adanya perlindungan (termasuk) hukuman bagi guru," tandasnya. (Sumber: RG)
Tidak Tepat Jika Dinyatakan Guru Dilarang Menjatuhkan Sanksi Kepada Siswanya
Ilustrasi
Share on FB Share on Tweet Share on G+
loading...