Mendidik Generasi Gadget : Data dan Fakta

loading...
Mendidik Generasi Gadget Bagian 1 | Tantangan nyata hidup di zaman modern dan serba canggih seperti sekarang ini menuntut manusia untuk dapat berlaku bijak dan proporsional dalam menyikapi kemajuan teknologi. Perkembangan teknologi yang begitu pesat hingga menembus berbagai lini kehidupan baik secara individu maupun dalam lingkup sosial masyarakat, sungguh tidak terbendung lagi.

Dan, salah satu produk teknologi yang hingga detik ini terus berkembang cepat serta selalu melahirkan generasi baru adalah gadget.
Baca juga : Guru Bukan Hanya Mengajar Tapi Juga Penghubung Sumber-sumber Belajar
Gadget dengan berbagai macam jenisnya mulai dari smartphone, tablet, laptop dan sebagainya menjadi tren generasi dari berbagai kalangan usia. Tidak hanya orang dewasa yang memanfaatkannya, bahkan anak-anak usia sekolah dasar pun telah banyak yang mahir mengoperasikan perangkat yang identik dengan sarana untuk mengakses internet tersebut.

Mereka itulah generasi gadget yang lahir dan tumbuh dalam hegemoni kecanggihan teknologi. Lalu, bagaimana dampak keberadaan gadget itu sendiri khususnya bagi perkembangan anak?

Hasil riset UNICEF bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika yang dipublikasikan pada 2014 menyebutkan, 30 juta anak dan remaja Indonesia intensif menggunakan internet. Mereka secara intens lima jam sehari menggunakan internet, sehingga apabila mereka kurang pemahaman soal penggunaan internet, dapat saja anak-anak tersebut menjadi korban dari kejahatan di internet.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa gadget ibarat pisau bermata dua yang dapat memberi manfaat dan juga berdampak buruk bagi siapapun yang tidak bijak menggunakannya. Keberadaan gadget sering memudahkan kita dalam mengakses informasi dan menjalin komunikasi jarak jauh, serta memanjakan kita dengan berbagai layanan aplikasi hiburan.

Namun sayangnya juga, konsekuensi keberadaan gadget di ranah kehidupan anak-anak boleh dibilang sangat berpotensi mengancam keberlangsungan program edukasi menuju generasi manusia yang paripurna.

Fenomena menjamurnya gadget utamanya smartphone dan tablet di kalangan anak-anak dan remaja patut diwaspadai dan disikapi dengan bijak oleh orang tua, baik itu ayah bunda di rumah maupun dewan guru di sekolah. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat kejahatan pornografi dan cyber crime terhadap anak meningkat dalam periode 2014 hingga 2016 dengan sedikitnya ada 1.249 laporan masuk. Jumlah itu meningkat jika dibandingkan dengan data 2011-2013 yang hanya mencapai 610 laporan masuk ke KPAI.

Fakta tersebut menjadi dasar kekhawatiran kita terhadap masa depan generasi saat ini yang hidup di zaman serba digital. Lihatlah tradisi anak-anak sekarang di rumah maupun di tempat-tempat umum, tidak jarang di antara mereka masyuk bercengkrama dengan yang namanya gadget. Dan apabila tanpa pendampingan atau edukasi yang memadai terkait pemanfaatan gadget itu sendiri, sudah barang tentu anak-anak tersebut kapan saja dapat tergelincir dan menjadi korban cyber crime.

Wajar jika seorang dokter anak asal Amerika Serikat Cris Rowan mengatakan, perlu ada larangan untuk penggunaan gadget pada usia terlalu dini, yakni anak di bawah 12 tahun. Alasannya, sudah banyak penelitian yang membuktikan dampak negatif gadget pada mereka.

BAGIAN = 1 - 2 - 3
Sumber : HIDAYATULLAH.COM
Mendidik Generasi Gadget : Data dan Fakta
Ilustrasi Siswa Bermain Gadget
Share on FB Share on Tweet Share on G+
loading...