Mendikbud Muhadjir : Guru Mengajar Seenaknya, Maka Dia Sebetulnya Menanam Dosa Pada Bangsa ini

loading...
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy, berkomentar soal banyaknya kasus perselisihan antara murid dengan guru yang berakhir ke ranah hukum. Bagi Muhadjir, kondisi itu menunjukkan bahwa pendidikan karakter sangat dibutuhkan oleh murid. Dengan pendidikan karakter yang akan dikemas melalui program kokurikuler, Muhadjir berharap bisa mencetak murid yang tangguh dan tidak gampah menyalahkan.
Baca juga : Pernyataan Mendikbud Bahwa untuk Mencetak Generasi Kuat Maka Pendidikannya Harus Keras
Meski begitu, Muhadjir berharap semua guru mengajar dengan sungguh-sungguh. Guru juga diminta meninggalkan kebiasaan lama dalam melakukan proses belajar mengajar, supaya aktivitas tersebut tidak membosankan bagi murid.

"Kalau gurunya ngajar seenaknya, maka dia sebetulnya sudah menanam dosa kepada bangsa ini. Guru mengajarnya harus benar, mengajarnya harus penuh tanggung jawab," ucapnya.


Menurut dia, jika guru sudah mengajar dengan penuh tanggung jawab, keberadaan kurikulum sudah tidak berpengaruh. Apalagi guru yang mengajar merupakan guru yang pintar dan terus berusaha untuk meningkatkan kepintarannya. "Saya yakin, apapun kurikulumnya asalkan gurunya hebat tidak ada masalah. Yang penting gurunya harus pintar, harus hebat, apapun kurikulumnya," tutur Muhadjir.

Saat ini, persoalan yang belum terpecahkan di dunia pendidikan adalah soal kesenjangan. Namun persoalan tersebut sudah dijawab dengan adanya Kartu Indonesia Pintar (KIP). Sayang, pendistribusian KIP belum sepenuhnya maksimal. Banyak penerima KIP yang belum mendapatkan kartu tersebut.

Sumber : http://regional.kompas.com/read/2016/09/02/22230001/mendikbud.sudah.gaji.guru.telat.masih.dilaporkan.ke.polisi
Mendikbud Muhadjir : Guru Mengajar Seenaknya, Maka Dia Sebetulnya Menanam Dosa Pada Bangsa ini
Mendikbud Muhadjir Effendi
Share on FB Share on Tweet Share on G+
loading...