Prihatin Guru Jadi Tersangka Kasus Murid Cubit Temannya, Ini Kata Anggota DPR Dadang Rusdiana

Anggota Komisi X DPR, Dadang Rusdiana prihatin dengan adanya penetapan tersangka Raden Darajat Imandi, guru kelas V SDN RA Kartini di Subang, Jawa Barat. Dia dijerat kasus dugaan menyuruh dan membiarkan siswanya melakukan kekerasan mencubit dan menjewer terhadap siswa lainnya.

Dadang mengatakan ‎penegakan disiplin dalam lingkungan sekolah tentu harus dilakukan. Akan tetapi, pelanggaran yang mengarah pada kekerasan terhadap anak juga harus dihindarkan. Baca juga : Guru Harus Mendidik dengan Etika, Jangan Ada Kekerasan Pada Siswa

Pasalnya, Undang-Undang Perlindungan Anak demikian progresif melindungi anak dari kekerasan dalam bentuk apapun‎. ‎"Guru dituntut untuk lebih kreatif dalam menegakan disiplin. Riskan sekali kalau menggunakan cara-cara lama yang cenderung bisa dikategorikan sebagai kekerasan, seperti menjewer, mencubit," ujarnya melalui pesan singkat, Jumat (17/6). ‎
‎‎
Namun, main lapor kepada polisi juga menurutnya kurang pas. Hubungan guru dengan murid adalah hubungan mendidik. "Jangan melulu dipahami sebagai hubungan dua subjek hukum, berabe nantinya," tegas sekretaris Fraksi Hanura itu.
Prihatin Guru Jadi Tersangka Kasus Murid Cubit Temannya, Ini Kata Anggota DPR Dadang Rusdiana
ANggota DPR Dadang Rusdiana
Dalam rapat kerja dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, Dadang sempat menyampaikan untuk ‎membuat pedoman yang jelas kepada guru. Mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam penegakan disiplin. "Kasihan guru, sudah kesejahteraannya juga tidak seberapa, terus dikriminalisasi, padahal masa depan bangsa kita banyak ditentukan oleh sosok guru sebagai pendidik," pungkas legislator asal Jawa Barat itu.

Sumber berita dan gambar : http://www.jawapos.com/read/2016/06/17/34744/prihatin-guru-jadi-tersangka-kasus-pembiaran-murid-mencubit Share on FB Share on Tweet Share on G+