DUH... Kemendikbud Tidak Bisa Halangi Orang Tua Siswa Polisikan Guru

Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan, metode pendidikan dan pengajaran saat ini memang menghindari cara-cara kekerasan. Ia menegaskan, guru tidak boleh mendisiplinkan anak didik dengan kekerasan.

"Guru tidak boleh mencampuradukkan niat dan tindakannya. Jangan karena niatnya mendisiplinkan anak lantas melakukan tindak kekerasan. Itu cara-cara kuno yang sekarang dihindari," ujar Anies dalam raker Komite III DPD RI, Senin (13/6).
Baca juga Ini 5 Regulasi Baru Kemendikbud untuk Mencegah Tindak Kekerasan di Sekolah
Soal guru di Bantaeng yang dipenjara, kata Anies, hal itu karena polisi menganggap mencubit masuk dalam tindak pidana. Polisi tidak melihat niat guru ‎ yang ingin mendisiplinkan siswa. "Niat itu memang tidak bisa diukur oleh manusia. Yang bisa diukur itu tindakan, karena gurunya mencubit makanya dia dipenjara karena dilaporkan orang tua murid," terangnya.

Untuk mencegah kasus ini terjadi lagi, Anies sedang membuat panduan bagi orang tua dan guru. Orang tua murid yang anaknya didisiplinkan oleh guru sebaiknya tidak langsung membawa ke ranah pidana, tetapi melaporkannya ke kepala sekolah atau dinas pendidikan.

Sedangkan untuk guru, akan diberi panduan tentang cara mendidik anak didik tanpa kekerasan. Prinsipnya, kata Anies, para guru harus bisa membawa diri. “Jangan mendidik siswa dengan cara lama. Sebab, Kemendikbud tidak bisa melarang orang tua siswa untuk tidak melaporkan kepada polisi," tandasnya.

Sumber : http://www.jpnn.com/read/2016/06/13/435153/Menteri-Anies-Tak-Bisa-Halangi-Ortu-Murid-Polisikan-Guru-Pencubit-
DUH... Kemendikbud Tidak Bisa Halangi Orang Tua Siswa Polisikan Guru
Ilustrasi
Share on FB Share on Tweet Share on G+