Begini Penjelasan Mendikbud Soal Maraknya Guru Dipolisikan Orantua Siswa

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan mengomentari tindakan orang tua siswa yang dicubit guru melapor polisi. Dia mengatakan sebenarnya orang tua dapat melaporkan tindakan guru kepada kepala sekolah atau dinas pendidikan. Baca juga : Kini Guru Tidak Dihargai Para Siswanya, Ini 9 Alasannya

"Siswa tak perlu menuntut secara hukum," ujar Anies di kantornya, Jumat, 10 Juni 2016. Sebabnya, kata Anies, hal tersebut masih dalam ranah masalah pendidikan.


Karena itu, menurut Anies, kejadian pencubitan masih bisa diselesaikan dengan mekanisme pendidikan. "Ini masih bagian dari proses belajar," ucap Anies. Selain itu, bukan hanya guru yang dilaporkan ke polisi, tapi juga ada guru yang melaporkan murid ke polisi. Di Sleman, Anies bercerita, ada guru yang melaporkan siswanya karena membuat graffiti atau coret-coretan di dinding. "Tidak perlu dua-duanya terjadi. Ini tidak sehat," tuturnya.
Kabar lainnya : PGRI Apresiasi Pembentukan Tim Pembela Guru
Semestinya persoalan seperti itu cukup dilaporkan ke institusi pendidikan. Dia mengatakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan membuat semacam buku referensi untuk menghadapi anak dengan berbagai karakter. "Untuk guru, kita punya teknik-teknik baru dalam membantu mendisiplinkan anak. Jadi ini masalah teknik," ujar Anies.

Dia menilai, ketika pendidik menggunakan tangan untuk menegur, kadang tercampur antara niat membuat siswa konsisten dan niat menyalurkan emosi. Saat dua niat itu tercampur, di situ ada potensi terjadinya kekerasan. "Guru-guru mesti berhati-hati dan belajar teknik-teknik khusus.

Sumber : https://nasional.tempo.co/read/news/2016/06/10/079778709/menteri-pendidikan-guru-cubit-siswa-tak-perlu-lapor-polisi
Begini Penjelasan Mendikbud Soal Maraknya Guru Dipolisikan Orantua Siswa
Menteri Anies Baswedan
Share on FB Share on Tweet Share on G+