Formasi Guru Garis Depan (GGD) Tahun ini Sepi Peminat, Ini Penyebabnya Menurut KemenPAN-RB

Pemerintah terus berupaya meningkatkan perbaikan pendidikan di seluruh Indonesia salah satunya dengan pemerataan pendidikan. Program GGD untuk menyebar guru ke daerah terdepan, terluar dan tertinggal pun mendapat perhatian serius, dengan cara menambah kuota dari yang sebelumnya hanya 3 ribuan, tahun ini ditarget mencapai 7 ribu guru yang bakal disebar. Selengkapnya baca : Kemdikbud Siapkan 7.000 Kuota GGD dengan Fasilitas Gaji dan Tunjangan yang Lebih Besar

Formasi guru garis depan (GGD) masih kurang peminat. Ini dilihat dari minimnya usulan kebutuhan daerah yang masuk lewat e-formasi.

"Sampai saat ini belum separuh formasi GGD yang terisi. Padahal yang dibutuhkan cukup banyak sekitar tujuh ribu orang," kata ‎Deputi SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Setiawan Wangsaatmadja, Senin (25/4).

‎Dia menduga, minimnya usulan daerah untuk GGD karena banyak yang belum mengetahui program tersebut. Program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) untuk GGD meningkat tajam dibanding tahun lalu. Pada 2015, pemerintah hanya mengalokasikan 3000 orang. "Kami mendapatkan informasi dari Kemdikbud, kalau pihaknya sudah melakukan sosialisasi. Mudah-mudahan kuotanya bisa terpenuhi sebelum pengisian e-formasi‎ ditutup akhir April," ucapnya.

Mendikbud Anies Baswedan menegaskan, GGD merupakan program pemerintah untuk memberikan fasilitas pendidikan kepada masyarakat di wilayah terpencil. Dengan GGD diharapkan semua anak bangsa bisa mendapatkan pendidikan ‎yang memadai. Sumber http://www.jpnn.com/read/2016/04/25/391949/Duh-Formasi-Guru-Garis-Depan-Sepi-Peminat-
Formasi Guru Garis Depan (GGD) Tahun ini Sepi Peminat, Ini Penyebabnya Menurut KemenPAN-RB
Mendikbud Anies Baswedan Saat Lepas GGD
Share on FB Share on Tweet Share on G+