Menimbang Peran Guru dan Google Bagi Perkembangan Pendidikan Anak

Digitalisasi zaman secara spontan mendorong banyak orang untuk memanfaatkan teknologi dalam membantu aktivitasnya sehari-hari. Demikian halnya para civitas pendidikan utamanya peserta didik yang banyak memanfaatkan media internet sebagai rujukan belajarnya. Selain informasinya lengkap dan banyak, belajar menggunakan bantuan internet / google lebih mudah dilakukan, hanya bermodalkan kuota internet.

Sayangnya, tidak semua yang disuguhkan internet atau google memiliki muatan positif bagi dunia pendidikan anak. Hal ini disebabkan cakupan materi dalam google internet yang begitu luas sehingga hal-hal yang tidak patut dan belum saatnya bagi pelajar terkadang muncul di sela-sela siswa melakukan browsing materi.
Baca juga : Penggunaan Telepon Genggam Sangat Mengganggu Proses Belajar Mengajar
Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta Odang (OSO) memaparkan saat ini kita berada dalam abad dunia teknologi di mana dengan hanya membawa handphone kita bisa mengetahui isi dunia. Dulu murid menanyakan semua hal kepada guru, sekarang murid bisa menanyakan semua hal dengan melihat google.

Menurut Oesman Sapta, google bisa memberi rujukan baik bersifat positif maupun negatif. Menurut Bang OSO, guru selalu memberi rujukan yang positif, namun tidak dengan google.


Dikatakanya di google akan memberi jawaban semua yang diinginkan. Dicontohkan di google tidak hanya memberi tahu siapa penemu bom namun bagaimana merakit bom juga bisa diunduh. Hal inilah yang bisa memicu orang bisa melakukan tindakan yang berbahaya. Hal demikian tentu lain dengan guru yang tidak akan memberi sesuatu hal yang membahayakan. Menurut Bang OSO, kita harus bijak dan arif dalam menyikapi perkembangan teknologi. Sumber : jpnn.com
Menimbang Peran Guru dan Google Bagi Perkembangan Pendidikan Anak
Ask Google Guru (ilustrasi)
Bagikan di WhatsApp, Twit, FB, G+