Profesi Guru di Mata Pemerintah Indonesia, Refleksi HUT PGRI

Pidato kenegaraan pada peringatan hari ulang tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Minggu (13/12), dibacakan oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani, mewakili Presiden Jokowi yang berhalangan hadir. (Baca opini sebelumnya : Nasib Guru Detik ini, 13 Desember 2015)

Secara garis besar pesan dari teks yang disampaikan Jokowi bahwa pemerintah terus berupaya meningkatkan kesejahteraan nasib para guru. Berbagai kebijakan telah dicanangkan dan diteruskan seperti contoh pemberian tunjangan profesi guru. Sebelumnya sempat berembus isu bahwa Tunjangan Profesi Guru (TPG) akan dihapus, seiring adanya pemetaan kompetensi guru melalui Uji Kompetensi guru (UKG).

Peran Guru dan Sikap Pemerintah Mendorong Kemajuan Simtem Pendidikan Nasional Indonesia

Harus disepakati memang bahwa guru mempunyai peran penting bagi eksistensi pendidikan nasional, maka pemerintah bertanggung jawab meningkatan kesejahteraan guru. Dalam peningkatan taraf hidup guru, harus ada gotong royong antara semua elemen untuk membangun bangsa khususnya melalui sektor pendidikan.

Langkah pemerintah melalui Kemdikbud dengan membentuk direktorat jenderal guru dan tenaga kependidikan, di antaranya bertujuan mendorong peningkatan kualitas guru dan tenaga kependidikan. Pemerintah membentuk wadah yang secara khusus membidangi permasalahan dan pengembangan profesi keguruan.

Keberadaan guru memiliki peran khusus yang tidak dapat disamakan dengan peranan profesi lainnya di lingkungan masyarakat. Profesi guru berbasis pengabdian sehingga bentuk partisipasi pemerintah terhadap guru tidak dapat disamakan dengan perhatian pada profesi lainnya. Bila buruh memiliki standar pengupahan, maka sudah sepantasnya semua guru baik yang berstatus ataupun non status.

Dalam hal berserikat pun guru harus berbeda disbanding dengan organisasi lainnya karena asas profesi guru adalah pengabdian. Artinya, guru memang memiliki kewenangan berkumpul dan berorganisasi namun bukan untuk tujuan politik atau gerakan penggalangan masa semata. Organisasi guru lebih menitik beratkan pada peningkatan kualitas profesionalisme setiap pendidik serta wadah pengayom masing-masing anggota keguruan.

Sekali lagi momentum peringatan HUT PGRI merupakan titik loncatan yang harus menjadikan guru lebih baik lagi di era serba modern seperti sekarang ini. Guru harus sejahtera yang segala kebutuhannya harus dijamin baik oleh pihak swasta maupun pemerintah sebagai pemilik kebijakan. Guru juga harus mendapat jaminan dalam segala ancaman yang berkaitan dengan tugas pengabdiannya mencerdaskan anak bangsa.

Guru juga harus diberi peluang untuk meningkat kompetensi dalam dunia kependidikan yang semestinya biaya dan segala halnya dijamin gratis pemerintah. Mulai dari pendidikan dan pelatihan, kunjungan edukasi ke sejumlah negara yang menjadi kiblat dunia pendidikan modern, serta seminar-seminar bertema profesi guru baik level lokal, nasional maupun internasional. Harapannya, guru mampu mengembangkan insting atau naluri keguruannya yang sangat menentukan keberhasilan proses kegiatan belajar mengajar di kelas.

Dari uraian tersebut, kunci sukses system pendidikan nasional tidak dapat sepenuhnya bertumpu pada peranan guru dan tenaga kependidikan saja. Elemen masyarakat baik secara individu maupun kelompok atau golongan turut mendukung kemajuan pendidikan Indonesia. Kontroling merupakan salah satu peran yang dapat dilakukan masyarakat demi mendorong suksesi pendidikan. Karena masyarakat menjadi bagian yang langsung merasakan out put dari hasil produk yang diproses oleh insan bernama guru.

Pemerintah menjadi pilar utama yang menjamin keberlangsungan proses pembelajaran dan pendidikan yang dilaksanakan para guru di sekolah. Kebijakan pemerintah sangat penting dalam upaya mendorong percepatan sistem pendidikan secara umum. Aturan yang berpihak pada kesejahteraan nasib para guru tentunya akan memuluskan terselenggaranya sistem pendidikan itu sendiri.

Kesimpulannya, guru adalah ujung tombak program mencerdaskan generasi bangsa yang harus mendapat tempat yang layak. Guru harus dihormati dan dimuliakan bukan karena status atau jabatan yang disandangnya, melainkan sejauh mana ilmu yang tersalurkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Guru adalah pembangun insan cendekia harapan bangsa.

Peran Guru dan Sikap Pemerintah Mendorong Kemajuan Simtem Pendidikan Nasional Indonesia
Belajar bersama guru (DOK.PRIBADI)
Share on FB Share on Tweet Share on G+