Mengenal Fungsi dan Manfaat Dapodik Sekolah

loading...
Perubahan yang terjadi di dunia pendidikan boleh dibilang frekwensinya sangat sering, salah satunya adalah sistem penyimpanan data pendidik dan tenaga kependidikan. Sebelumnya sempat booming penggunaan Padamu Negeri sebagai pusat entri data kependidikan. Namun memasuki era Kabinet Kerja bersama Presiden Jokowi, pendataan dipusatkan melalui aplikasi dapodik (data pokok pendidikan). Sebelumnya baca juga Manfaat Sekolah Alam (Natural Education).

Apa itu Dapodik?
Dapodik merupakan aplikasi online yang dapat diakses seluruh sekolah untuk memasukan dan mengolah data, baik data peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan hingga profil sekolah itu sendiri. Adanya Dapodik memudahkan admin atau operator sekolah (OPS) untuk menyatukan data kependidikan secara nasional. Dapodik juga digunakan untuk memverifikasi data guru dengan kaitannya pencairan berbagai tunjangan dan bantuan beasiswa.

Kewajiban Guru Terhadap Dapodik
Tanggung jawab entri data di dapodik tidak mutlak menjadi beban admin atau operator sekolah, guru yang bersangkutan harus terlibat aktif dalam validasi data yang masuk ke dapodik. Sehingga masing-masing guru atau pendidik secara detail dan lengkap memberikan datanya kepada operator untuk pengisian dapodik. Selanjutnya guru tersebut juga dapat melakukan pengecekan valid tidaknya data yang telah diinput operator tersebut secara online.

Fungsi Dapodik Kaitannya dengan Peserta Didik
Seluruh data murid atau siswa di sekolah harus terintegrasi masuk database dapodik karena akan menjadi acuan berbagai hal yang berkaitan dengan keberlangsungan studinya. Data peserta didik digunakan untuk persiapan mengikuti Ujian Akhir Nasional (Unas) ketika telah berada di kelas akhir setiap jenjangnya.
Selain itu, data siswa dalam dapodik menentukan bantuan pemerintah kepada peserta didik tersebut melalui berbagai program yang telah dicanangkan. Siswa juga dapat menggunakan data dapodik untuk mengikuti program beasiswa terutama yang diperuntukkan bagi mereka yang kurang mampu. Maka sudah seharusnya pengisian data siswa dalam dapodik dipastikan akurat dan terus update.

Jenis-jenis Aplikasi Dapodik
Perlu diketahui input data untuk setiap jenjangnya berbeda, yakni dibedakan sekolah dasar meliputi SD dan sekolah menengah termasuk SMP, SMA dan SMK. Nah, aplikasi dapodik untuk jenjang SD disebut aplikasi dapodikdas sementara untuk jenjang SMP dan SMA dikenal dengan aplikasi dapodikmen. Semua aplikasi tersebut terintegrasi di pusat sehingga data peserta didik tetap dapat dikonfigurasikan ketika harus berpindah sekolah atau naik jenjang pendidikannya.

Pengelola Dapodik
Secara menyeluruh dapodik diluncurkan oleh Kemendikbud sehingga pengelolaannya menjadi tanggung jawab pemerintah. Namun dalam aplikasi di lapangan, Kemendikbud memiliki direktorat jenderal yang membantu tugas dan fungsi Mendikbud. Ada direktorat jenderal Guru dan tenaga kependidikan atau Ditjen GTK dan Ditjen PAUDNI.

Sementara untuk tingkat sekolah maka pengelola dapodik harus ditunjuk khusus seorang admin atau operator yang kompeten dalam dunia IT. Hal ini dikarenakan tugas OPS sering bersinggungan dengan perkembangan teknologi komunikasi yang bersinergi dengan dapodik.

Mengenal Fungsi dan Manfaat Dapodik
Penjelasan Data Pokok Pendidikan

Dari uraian singkat tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa manfaat dan fungsi dapodik sangat vital di zaman modern seperti sekarang ini. Pendataan peserta didik, guru dan tenaga kependidikan dapat dilakukan dengan cepat dan akurat melalui jaringan internet. Dapodik juga meminimalisir double entri data karena sistem satu data yang dikembangkan sangat bersinergi.

Harapannya kekurangan dan kelemahan yang masih ada pada aplikasi dapodik dapat terus diperbaiki demi kemajuan pendidikan Indonesia. Hal penting lainnya adalah akses aplikasi dapodik yang mungkin masih lelet dan sulit untuk daerah-daerah tertentu, khususnya terluar terdepan dan terpencil dapat diminalisir. Demikianlah sekiranya impian insan pendidikan dalam upaya memajukan dan meningkatkan kualitas pendidikan generasi bangsa ini. Share on FB Share on Tweet Share on G+
loading...