Landasan Mendidik dengan Cinta dan Keteladanan

Peran seorang guru saat proses pembelajaran sangat menunjang tercapainya hasil belajar yang maksimal bagi peserta didik. Meski tidak sepenuhnya pembelajaran bertumpu pada keaktifan seorang guru atau pendidik, namun adanya sosok guru di depan siswa akan berpengaruh pada motivasi belajar. (Baca juga postingan sebelumnya : Profesi Guru di Mata Pemerintah)

Hal ini dapat dipahami bahwa tugas guru tidak saja mentrasfer ilmu pengetahuan (transfer of knowledge) tetapi harus mampu membangun motivasi yang ada dalam diri para siswanya. Guru yang mampu mendorong peserta didik untuk melakukan hal-hal hebat tentu memiliki marwah yang tinggi di hadapan peserta didiknya.
Guru yang menjadi idola biasanya cenderung dirindukan para muridnya, karena banyak hal unik dan kreatif yang selalu dihasilkan ketika sedang bertatap muka. Inilah yang mendorong rasa ingin tahu dan penasaran para siswa sehingga mereka senantiasa bersemangat dan merindukan gurunya.

Guru yang menjadi favorit para muridnya harus memiliki perilaku yang santun dan baik karena secara tidak langsung itulah yang sedang ditiru para siswa. Menjadi sosok figur panutan memang cukup berat, namun penting diupayakan setiap guru karena ini berimbas pada pembangun akhlak peserta didik. Sangat berbahaya jika guru yang dijadikan teladan justru berperangai buruk ataupun jauh dari perilaku yang sesuai nilai-nilai budi pekerti yang mulia.

Membangun keteladanan sangat penting dengan didasari rasa kasih sayang, sehingga setiap yang dilakukan bernilai cinta. Perilaku yang berlandaskan cinta dan keteladanan akan menghasilkan amal kebajikan yang bermanfaat di dunia dan di akhirat. Cinta dan keteladanan tidak hanya bermanfaat bagi sang pelaku, tetapi masyarakat dan lingkungan sekitar baik langsung maupun tidak akan mendapat imbas kebajikannya. Inilah yang mestinya ditanamkan dalam diri seorang guru karena ia menjadi sosok yang digudu dan ditiru (dipercaya dan dicontoh, red).
Landasan Mendidik dengan Cinta dan Keteladanan
Belajar Bersama (DOK.PRIBADI)

Berikut 3 Landasan Penting dalam Mendidik dengan Cinta dan Keteladanan

1. Spiritualitas

Manusia adalah makhluk ciptaan yang paling sempurna dibanding dengan ciptaan lainnya. Manusia diberi akal dan perasaan serta emosi dan nafsu yang saling berkaitan dan mempengaruhi perilaku seseorang. Bagi manusia yang sadar maka semua itu semata untuk menghambakan diri pada sang Penciptanya, karena sesungguh manusia dan jin diciptakan hanya untuk beribadah.

Guru sebagai  sosok mulia di mata masyarakat harus memiliki tingkat spiritualitas yang lebih baik. Karena landasan keimanan akan menjadi pondasi yang kokoh bagi setiap individu dalam menghadapi berbagai persoalan hidup ini, demikian halny dengan guru yang sudah barang tentu banyak memiliki masalah baik di rumah maupun di sekolah.

Guru yang mengutamakan iman dan taqwa dalam perjalanan hidupnya senantiasa menghadirkan Penciptanya di manapun ia berada termasuk ketika di depan para siswa. Hal ini akan berimbas pada kualitas pembelajaran yang diampunya karena ada campur tangan sang Khalik. Selain itu, siswa akan merasakan cinta yang tulus dan ikhlas datang dari guru yang mendasari pembelajarannya dengan cinta kepada sang Pencipta jagat raya ini.

2. Integralitas

Menyatukan proses pembelajaran dengan kegiatan kehidupan sehari-hari dapat membawa peserta didik lebih menikmati dan memahami materi yang disampaikan. Banyak hal yang dapat diintegrasikan dalam proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Hal yang terpenting saat mengintegrasikan pembelajaran adalah memasukkan pesan-pesan moral regiulitas dalam setiap penyampaian.

3. Sosialitas

Membangun keteladanan peserta didik juga dapat diawali dari pola hidup kebersamaan antara satu dengan lainnya. Guru secara berkelanjutan membimbing para siswa untuk saling mengenal antara satu dengan lainnya. Guru juga tidak segan mengajak peserta didik mengunjungi tempat-tempat berkumpulnya orang-orang terasing dari kehidupan sosial masyarakat. Harapannya mereka dapat merasakan betapa pentingnya hidup bersama dalam dunia fana ini.

Demikian setidaknya uraian singkat bagaimana peran seorang guru dalam mendidik dengan cinta dan keteladanan yang dapat mendorong keberhasilan dan kualitas pendidikan bangsa Indonesia secara khusus dan umat manusia umumnya.
Landasan Mendidik dengan Cinta dan Keteladanan
Gotong Royong (DOK.PRIBADI)
Share on FB Share on Tweet Share on G+